KETUA LP3D JONLY NAHAMPUN

Minggu, 10 Februari 20130 komentar

Jonly Nahampun  (Ketua LP3D)

BANJIR ADALAH ULAH MANUSIA

Bencana banjir saat ini sangat memprihatinkan bangsa kita, khususnya Kabupaten Bekasi. Pertanyaannya, apakah banjir itu bencana atau hal rutin? “Itu yang kita perlu renungkan.”

Hal tersebut dikemukakan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pemerintah Daerah (LP3D) Kabupaten Bekasi Jonly Nahampun menanggapi bencana banjir yang terjadi di Indonesia, khususnya di wilayah Kabupaten Bekasi.

Menurut Jonly, banjir itu bukanlah bencana, tetapi ulah manusia yang telah merusak alam. “Dalam bencana banjir yang terjadi beberapa waktu lalu, kerugian rakyat sangat besar, lalu siapa yang bertanggung jawab? Inilah yang perlu kita renungkan bersama,” ajaknya.

Dikatakan, berbagai bencana alam yang terjadi belakangan ini seperti banjir, sebenarnya bukan sekedar fenomena alam biasa, tetapi merupakan buah dari perbuatan manusia yang telah salah mengelola alam. Banjir dan tanah longsor pada musim penghujan terjadi akibat manusia merusak hutan sehingga semakin sedikit tempat untuk menampung air hujan, dan sebagai akibatnya pada musim kemarau terjadi kekeringan.

Lebih lanjut Jonly menuturkan, rusaknya lingkungan hidup akibat residu dan limbah berbahaya serta musnahnya berbagai jenis organisme juga disebabkan oleh aktivitas manusia yang tidak memperhatikan kaidah agama dan kealaman.
“Dan setelah berbagai bencana datang silih berganti dan menimbulkan penderitaan bagi manusia, masihkah kita semua tidak peduli pada bumi kita ? Ataukah kita masih belum sadar bahwa semua bencana ini datang akibat dari perbuatan kita yang salah mengelola alam dan tidak menjadikan agama sebagai pedoman hidup ?”tegasnya.

Alam, lingkungan dan manusia, jelasnya, diciptakan membentuk suatu interaksi, saling membutuhkan dan saling menjaga. Alam diciptakan dalam sistem yang padu, utuh dan integratif. Kehidupan di bumi merupakan bagian dari keteraturan alam dengan hukumnya yang konsisten.
“Manusia memiliki peran untuk mengeksplorasi kekayaan bumi untuk kemanfaatan seluas-luasnya bagi manusia. Dengan tetap menjaga kekayaan agar tidak punah sehingga generasi selanjutnya dapat melanjutkan ekplorasi itu.”urainya.

Namun dalam perkembangannya, tuntutan kebutuhan hidup manusia yang semakin bertambah, baik dari segi kuantitas maupun kualitas telah menyebabkan semua kebutuhan tersebut ditumpukan kepada alam melampaui daya dukungnya. Kondisi ini didorong oleh perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi.
Ditambahkan, manusia terlalu mengekploitasi sehingga menyebabkan terjadinya perubahan tatanan kehidupan dan hukum alam. Akibatnya alam mengalami perubahan dan kerusakan yang pada akhirnya berdampak pada kehidupan manusia.

By. Herman Godjang
Share this article :

Mengenai Saya

Foto saya
Pantang Mundur sebelum Tujuan Tercapai.

Arsip

  • 10
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. LP3D (Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Daerah) Bekasi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger